• Naruto Shipudden

    [...]

  • One Piece

    [...]

  • Sword Art Online

    [...]

  • Hardware

    [...]

Jumat, 03 Januari 2014

White Album Season 1

Posted by wahyu le roux on 7:32:00 PM



Alternative Titles
Synonyms: W.A.
Japanese:
ホワイトアルバム


Information

Type: TV
Episodes: 13
Status: Finished Airing
Aired: Jan 4, 2009 to Mar 29, 2009
Producers: Seven Arcs
Genres: Drama, Music, Romance, Harem
Duration: 25 min. per episode
Rating: PG-13 - Teens 13 or older


Synopsis

Diadaptasi dari sebuah game Leaf eroge,

White Album menceritakan seorang mahasiswa bernama Touya yang mempunyai seorang kekasih bernama Yuki, seorang Idol baru di dunia industri musik.
Apa yang terjadi pada Touya, apakah dia setia?

Lalu bagaimana dengan Yuki?
Kisah asmara mereka tidak begitu lancar semenjak Yuki menjadi idol. 





Episode 1-3 download

Episode 4 : mp4
Episode 5 : 3gp | mp4
Episode 6 : mp4
Episode 7 : mp4
Episode 8 : mp4
Episode 9 : mp4
Episode 10 : mp4
Episode 11 : 3gp | mp4
Episode 12 : 3gp | mp4
Episode 13 : 3gp | mp4









Anime Musim Dingin 2014

Posted by wahyu le roux on 5:30:00 PM

Daftar Anime Lengkap untuk musim dingin 2014



New Release

Posted by wahyu le roux on 5:16:00 PM



udah lama nih ga update, mulai skarang saya mau update lagi.

Mohon kerja sama semuanya ya. !!!!!!!!



Kamis, 06 Desember 2012

Narutu Shipudden 292

Posted by wahyu le roux on 9:43:00 AM





The Adventure continued..
Download












Minggu, 02 Desember 2012

Hadits Tentang Niat

Posted by wahyu le roux on 10:48:00 PM


Penjelasan Hadits Tentang Niat



PENJELASAN SINGKAT HADITS UMAR TENTANG NIAT

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
(( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لإِمْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٌ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)).
Dari Umar bin al Khaththab, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang bergantung dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang ingin ia perolehnya, atau untuk wanita yang ingin ia nikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang berhijrah kepadanya.”
DERAJAT, KEDUDUKAN DAN MAKNA GLOBAL HADITS
Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata, “Para ulama telah sepakat atas keshahihan dan diterimanya hadits ini. Dan al Bukhari pun memulai kitab Shahih-nya dengan hadits ini, dan memposisikannya sebagai khuthbah(muqaddimah)nya. Hal ini sebagai isyarat dari beliau bahwa setiap amalan (apapun) yang tidak diperuntukkan (dalam mengamalkannya) karena wajah Allah, maka amalan tersebut bathil, tidak menghasilkan suatu apapun, baik di dunia maupun di akhirat”.
Al Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata, “Seandainya aku menulis (kitab dalam beberapa) bab, niscaya aku jadikan hadits Umar (dalam masalah amalan-amalan dengan niatnya itu) ada pada setiap babnya”.
Al Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Pokok-pokok Islam terdapat pada tiga hadits; hadits Umar (al A’malu bin Niyyat), hadits ‘Aisyah (Barangsiapa yang mengada-ada perkara baru dalam urusan kami ini maka ia tertolak), dan hadits an Nu’man bin Basyir (Yang halal itu jelas, dan haram itu jelas)”.
Berkaitan dengan maksud dari perkataan Al Imam Ahmad rahimahullah di atas, Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbalirahimahullah menjelaskan, “Dengan demikian, dapat diketahuilah makna perkataan yang diriwayatkan dari Al Imam Ahmad yang telah menyatakan bahwa pokok-pokok Islam terdapat pada tiga hadits… Hal itu, karena agama ini seluruhnya mengandung pelaksanaan perintah-perintah dan larangan dari hal-hal yang haram (dilarang) serta (anjuran untuk) tidak melakukan perkara-perkara yang syubuhat (samar-samar, belum jelas hukumnya). Dan semua ini terkandung dalam hadits an Nu’man bin Basyir. Dan hal di atas, tidaklah tepenuhi (syarat-syaratnya) melainkan dengan dua perkara; pertama, amalan itu zhahirnya harus sesuai dengan sunnah. Dan inilah yang terkandung dalam hadits ‘Aisyah (Barangsiapa yang mengada-ada perkara baru dalam urusan kami ini maka ia tertolak). Kedua, amalan tersebut secara batin harus diperuntukkan karena wajah Allah. Inilah yang terkandung dalam hadits Umar (al A’malu bin Niyyat)”.
MAKNA DAN FUNGSI NIAT
            Dari sekilas penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa niat sangat menentukan baik dan buruknya sebuah amalan (perbuatan) dan menentukan sah atau tidaknya sebuah amal ibadah. Niat pun menentukan berpahala dan berdosanya pelaku amalan tersebut, sebagaimana pula menentukan besar dan kecilnya pahala atau dosa yang ia peroleh dari amalannya tersebut.
            Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata, “Ketahuilah, niat secara bahasa bermakna maksud dan keinginan”.
            Adapun fungsi niat, maka beliau kembali menjelaskan, “Niat, dalam perkataan ulama memiliki dua maksud (fungsi); pertama, untuk membedakan antara satu ibadah dengan yang lainnya. Seperti membedakan antara shalatzhuhur dan ‘ashar, dan membedakan puasa Ramadhan dengan puasa-puasa lainnya. Juga untuk membedakan antara ibadah dan adat istiadat (kebiasaan). Seperti membedakan antara mandi janabat dan mandi untuk membersihkan dan menyegarkan badan semata. Dan contoh-contoh lain yang semisalnya. Niat semacam inilah yang banyak yang dibicarakan oleh para ahli fiqih dalam kitab-kitab mereka. Kedua, untuk membedakan maksud atau tujuan dalam beramal. Apakah maksud dan tujuannya Allah semata, ataukah yang lainnya? Ataukah Allah dan juga selain-Nya. Niat semacam inilah yang banyak yang dibicarakan oleh para ulama aqidah tatkala mereka membicarakan masalah ikhlas dan cabang-cabangnya. Dan ini pula yang banyak didapatkan pada pembahasan dan pembicaraan ulama salaf terdahulu”.
BEBERAPA AYAT DAN HADITS SHAHIH YANG MENUNJUKKAN WAJIBNYA IKHLAS DALAM BERIBADAH, DAN ANCAMAN BAGI ORANG YANG TIDAK IKHLAS (BERBUAT SYIRIK) DALAM IBADAHNYA
1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat at Taubah, ayat 31:
وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
… padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
2. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al Bayyinah, ayat 5:
وَمَآ أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوْا الصَّلَوةَ وَيُؤْتُوْا االزَّكَوةَ وَذَلِكَ دِيْنُالْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
3. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat az Zumar, ayat 65-66:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِّنَ الْخَاسِرِينَ . بَلِ اللهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.
4. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al Kahfi, ayat 110:
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا بَشَرٌ مِّثْلَكُمْ يُوحَى إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلاَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Katakanlah, sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.
5. Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ)).
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berkata: Aku adalah Yang Maha Kaya dari serikat, maka barangsiapa yang berbuat amalan dan ia mempersekutukan Aku bersama selain-Ku, Aku akan tinggalkan dia dan juga sekutunya”.
6. Hadits Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((بَشِّرْ هَذِهِ الأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالدِّيْنِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِيْنِ فِي الأَرْضِ، فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الآخِرَةِ نَصِيْبٌ)).
“Berilah kabar gembira pada umat ini berupa kemuliaan, ketinggian, (kekuatan) agama, kemenangan, dan kekuasaan di muka bumi. (Akan tetapi apabila) seorang dari mereka beramal amalan akhirat (beribadah) untuk (tujuan) dunia, maka ia di akhirat (kelak) tidak mendapatkan bagian (balasan kebaikan) apapun”.
7. Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((مَنْ تَعَلَّمَ عِلْماً مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهَ عَرَضاً مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الجَنَّةِ يَوْمَ القِيَامَةِ))، يَعْنِي رِيْحَهَا.
“Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari ilmu-ilmu yang (semestinya) dipelajari hanya karena wajah Allah, namun ia mempelajarinya untuk mendapatkan tujuan keduniaan, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat (kelak)”.[11]
8. Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَيْهِ؛ رَجُلٌ اُسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهِ، فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ، فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبْتَ! وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ: جَرِيْءٌ، فَقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ، فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ؛ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ العِلْمَ وَعَلَّمَهُ، وَقَرَأَ القُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ، فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ، فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ العِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ، وَقَرَأْتُ فِيْكَ القُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ! وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ العِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ القُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ، فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ؛ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ، فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ، فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقُ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ، قَالَ: كَذَبْتَ! وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ: هَوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ)).
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan (perkaranya) pada hari kiamat adalah; seorang yang mati dalam peperangan. Ia didatangkan (ke hadapan Allah), kemudian Allah pun membuatnya mengakui seluruh kenikmatan-Nya atasnya, dan ia pun mengakuinya. Lalu Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan-kenikmatan tersebut? Orang itu menjawab: Aku berperang karena Engkau sampai aku mati syahid. Allah berkata: Kamu dusta! Akan tetapi kamu berperang supaya kamu disebut pemberani, dan itu telah dikatakan (kepadamu). Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret di atas wajahnya, dan dilempar ke neraka. Dan seorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, ia pun membaca al Qur’an. Ia didatangkan (ke hadapan Allah), kemudian Allah pun membuatnya mengakui seluruh kenikmatan-Nya atasnya, dan ia pun mengakuinya. Lalu Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan-kenikmatan tersebut? Orang itu menjawab: Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya, aku pun membaca al Qur’an karena Engkau. Allah berkata: Kamu dusta! Akan tetapi kamu mempelajari ilmu supaya disebut seorang alim, dan kamu membaca al Qur’an supaya disebut seorang Qari, dan itu telah dikatakan (kepadamu). Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret di atas wajahnya, dan dilempar ke neraka. Dan seorang yang telah Allah luaskan rizkinya, dan Allah berikan seluruh jenis harta. Lalu ia didatangkan (ke hadapan Allah), kemudian Allah pun membuatnya mengakui seluruh kenikmatan-Nya atasnya, dan ia pun mengakuinya. Lalu Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan-kenikmatan tersebut? Orang itu menjawab: Tidak ada satu jalan pun yang Engkau cinta untuk diberikan infak pada jalan tersebut, melainkan aku pun telah berinfak di jalan itu karena Engkau. Allah berkata: Kamu dusta! Akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya disebut seorang dermawan, dan itu telah dikatakan (kepadamu). Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret di atas wajahnya, dan dilempar ke neraka”.
HUKUM ME-LAFAZH-KAN NIAT
            Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata, “Niat merupakan maksud hati, sehingga tidak wajib untuk me-lafazh-kannya dalam ibadah apapun”.
            Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ingin shalat, beliau memulai shalatnya dengan lafazh : (Allahu Akbar). Beliau tidak pernah me-lafazh-kan kata-kata apapun sebelumnya dan tidak pernah me-lafazh-kan niat sama sekali. Nabi tidak pernah berkata: (Ushalli lillahi shalata kadzamustaqbilal qiblati arba’a raka’atin imaman… aw ma’muman…) “aku shalat untuk Allah shalat ini…dengan menghadap kiblat empat raka’at sebagai imam…atau ma’mum…”. Ini adalah bid’ah yang tidak pernah ada seorang pun yang menukilkan lafazh niat ini, baik dengan sanad yang shahih, atau pun yang dha’if (lemah). Baik itu musnad(yang bersambung sanadnya dan sampai pada Nabi), atau pun yang mursal (yang terputus sanadnya). Tidak pula pernah diriwayatkan dari satu orang pun dari sahabat Nabi. Tidak ada pula seorang tabi’in pun yang pernah menganggapnya suatu hal yang baik. Dan tidak pula para imam yang empat. Namun sayangnya, sebagian orang-orang yang hidup belakangan keliru dalam memahami perkataan Imam asy Syafi’i -radhiyallahu ‘anhu- (berikiu ini):
(إِنَّهَا لَيْسَتْ كَالصِّيَامِ، وَلاَ يَدْخُلُ فِيْهَا أَحَدٌ إِلاَّ بِذِكْرٍ).
“Sesungguhnya shalat tidak seperti shaum (puasa), dan tidak boleh seorang pun memasuki shalat melainkan harus dengan dzikir (bacaan).”
Sebagian mereka mengira bahwa dzikir yang dimaksud adalah me-lafazh-kan niat!
Yang dimaksud Imam asy Syafi’i rahimahullah sesungguhnya adalah Takbiratul Ihram, tidak lain lagi! Dan bagaimana mungkin Imam asy Syafi’i menyatakan sunnahnya sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam shalatnya satu kali pun?! Tidak juga pernah dilakukan oleh para khulafa-nya dan para sahabatnya! Inilah petunjuk dan sejarah mereka. Maka, jika ada seorang yang mampu membawakan kepada kami satu huruf pun dari mereka (Nabi dan para sahabatnya) yang menunjukkan hal itu (yakni; Nabi dan para sahabatnya me-lafazh-kan niat, Pen), pastilah kami akan menerimanya! Dan pastilah kami membalasnya dengan tunduk dan patuh. (Karena) tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk mereka (Nabi dan para sahabatnya), dan tidak ada sunnah melainkan dari apa-apa yang telah mereka terima dari pemilik syariat inishallallahu ‘alaihi wa sallam “.
            Demikian penjelasan ringkas hadits yang mulia ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya dan mengamalkannya.
Wallahu A’lam bish Shawab.
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman bin Usman Rozali, Lc.

One Piece 575

Posted by wahyu le roux on 12:21:00 AM





Akhirnya Luffy sudah mencapai dunia baru.
bagaimanakah kisah selanjutnya..
langsung aja download.











Sword Art Online 22

Posted by wahyu le roux on 12:00:00 AM





petualangan kirito berlanjut.
Akankah kirito berhasil bertemu dengan asuna..
Mari kita lihat saja kelanjutan episodenya..

Download

Jumat, 30 November 2012

Naruto Shipudden 291

Posted by wahyu le roux on 4:01:00 AM



Petualangan naruto menghadapi rencana kabuto masih berlanjut.
Mampukah naruto mengalahkan kabuto.?


Download Link









Rabu, 28 November 2012

Jenis-jenis Keyboard

Posted by wahyu le roux on 10:19:00 PM







Keyboard QWERTY
Tata letak keyboard QWERTY ini ditemukan oleh Scholes, Glidden dan Soule pada tahun 1878, dan kemudian menjadi standar mesin tik komersial pada tahun 1905. QWERTY diambil dari6 huruf berurutan pada baris kedua dari tombol alfanumerik tersebut. Keyboard QWERTY didesain sedemikian rupa sehingga key yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik (pada mesin ketik mekanik). Meskipun tata letak QWERTY sangat luas pemakaiannya, tetapi memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan. Misalnya, 48 persen dari gerakan diantara huruf yang berurutan harus dilakukan dengan sebuah tangan. Hanya 32 persen ketukan yang dilakukan pada home row (baris awal dari posisi jari pada keyboard). Beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan (56 persen). Contoh paling nyata dari ketidakefisienan tata letak QWERTY adalah pengetikan huruf ‘a’ yang cukup sering dipakai, tetapi harus dilakukan oleh jari kelingking yang paling lemah.
Keyboard DVORAK

Keyboard DVORAK (1932), dimana susunan hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan kanan dibebani lebih banyak pekerjaan dibanding dengan tangan kiri. Selain itu, tata letak Dvorak dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row, sehingga bisa mengurangi kelelahan karena pengetikan (lebih ergonomik). Sejumlah percobaan menunjukkan bahwa tata letak Dvorak lebih efisien 10-15 persen dibanding dengan tata letak QWERTY .
Keyboard KLOCKENBERG
Keyboard ini dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard KLOCKENBERG mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Tata letak ini, selain mengurangi beban otot pada jari jemari dan pergelangan tangan juga dirancang untuk mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Terpisahnya bagian kiri dan kanannya menjadikannya relatif lebih banyak memakan ruang.
Keyboard Maltron
Tak seperti keyboard pada umumnya yang datar, keyboard ini dibuat agak cekung ke dalam. Dengan pertimbangan bahwa pada saat jari-jari diposisikan akan mengetik, maka jari-jari itu dijamin tidak akan membentuk satu garis lurus. Produsen Maltron berkeyakinan bahwa pada dasarnya, hanya digunakan 8 jari dari sepuluh jari yang tersedia ketika manusia mengetik dengan keyboard biasa.Dengan mengetik di keyboard biasa, maka jari tangan harus beradaptasi dengan bentuk keyboard. Hal ini diklaim oleh mereka dapat menyebabkan RSI (Repetitive Stress Injuries). Sementara, dengan menggunakan Maltron, keyboardnyalah yang akan menyesuaikan dengan tangan. Dengan bentuk yang unik seperti ini, Maltron menjamin kenyamanan jari tangan di saat mengetik sehingga tidak menyebabkan RSI bahkan bisa jadi akan meningkatkan kecepatan mengetik sebab yang digunakan adalah 10 jari bukannya 8 jari.
Keyboard Chord
Hanya mempunyai beberapa tombol antara 4 sampai 5. Untuk memasukkan suatu huruf harus menekan beberapa tombol secara bersamaan. Ukurannya kompak, sangat cocok untuk aplikasi yang portabel. Waktu pelatihan singkat, penekanan tombo-tombol mencerminkan bentuk huruf yang diinginkan Kecepatannya tinggi namun kurang populer, karena pada pemakaian yang lama akan menyebabkan kelelahan pada tangan. Berikut ini jenis-jenis keyboard chord:
Keyboard Palantype
Tata letak palantype mempunyai 3 kelompok karakter. Kelompok pada bagian kiri menunjukkan konsonan awal sebuuah kata, bagian tengah menunjukkan kelompok vokal dan bagian kanan menunjukkan kelompok konsonan terakhir dari sebuah kata atau suku kata.Pada gambar terlihat bahwa tidak seluruh konsonan ada disana, konsonan tsb dapat disajikan dengan menggunakan kombinasi beberapa tombol yang ada
Keyboard Stenotype
Steno adalah jenis tulisan singkat yang sering digunakan untuk mencatat ucapan seorang. Jenis tulisan ini paling banyak digunakan oleh para wartawan untuk mencatat hasil wawancaranya dengan lebih cepat. Papan ketik Stenotype mempunyai keunggulan yang hampir sama dengan papan ketik Palantype.
Keyboard Alphabetik
Tombol-tombol yang ada pada keyboard alphabetik disusun persis seperti pada tata letak QWERTY maupun Dvorak, tetapi susunan hurufnya berurutan seperti pada urutan alphabet. Keyboard alphabetik juga tidak dapat menyaingi popularitas tata letak QWERTY, tetapi biasanya banyak ditemui pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajar mengenal huruf alphabet. Bagi pengguna yang bukan tukang ketik, barangkali tata letak ini cukup membantu. Tetapi, dari hasil pengujian, penggunaan tata letak seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.
Keyboard Numeric
Untuk memasukkan bilangan dalam jumlah yang besar, orang lebih suka menggunakan tombol numerik (numeric keypad) yang tata letak tombol-tombolnya dapat dijangkau dengan tangan.

Naruto Shipudden terbaru

Posted by wahyu le roux on 10:15:00 PM




naruto episode terbaru..!!!

Link

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site